161 Kasus Stunting Ditemukan 

foto tinggi badan

LAMPUKUNING.ID-KOTA JAMBI- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi terus aktif membina dan memberi penyuluhan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan kader kelompok untuk mengasuh serta membina tumbuh kembang anak.

Adapun upayanya seperti melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang sehat dan punya gizi yang cukup. Diharapakan, dengan hal ini dapat mencegah terjadinya kasus stunting di Kota Jambi.

Kepala DPPKB Kota Jambi, Irawati Sukandar menyebutkan, dari data Dinkes Kota Jambi melalui hasil pendataan Puskesmas, tahun 2020 lalu terdapat 179 kasus.

“Namun informasi terakhir mengalami penurunan menjadi 161 kasus. Kalau untuk data terbaru tahun ini belum ada, karena memang tenaga kesehatan masih di lapangan mendatanya. Kita juga masih menunggu hasilnya,” kata Irawati Sukandar.

Lebih lanjut, memang dijelakannya, tenaga kesehatan di lapangan sudah mengintervensi anak-anak dan orang tua agar tidak stunting. “Pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil. Upaya ini sangat diperlukan, mengingat stunting akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak dan status kesehatan pada saat dewasa nanti,” kata dia.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi stunting yakni, kurangnya asupan gizi awal dari hari pertama hamil. Atau tidak seimbangnya gizi yang dikonsumsi ibu hamil. Kemudian, paca lahir tidak diberikan asi secara esklusif sejak 0-6 bulan.

“Kalau lebih dari 6 bulan diberikan Makanan Pendamping (MP) ASI sesuai usianya. Faktor lain, yakni parenting dari anak. Pola asuh dalam memberikan makan terhadap anak yang kurang diperhatikan. Terutama ibu yang bekerja, menyerahkan ke penjaga bayinya. Kalau tidak diperhatikan betul, pengasuh akan cepat-cepat saja memberikan makan anak tanpa memperhatikan gizi dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu juga, stunting dipengaruhi kondisi lingkungan yang tidak baik. Di saat anak usai bermain kotor dan tidak mencuci tangan lalu maka, maka di situlah kemudian virus berkembang dan dapat menyebabkan diare. “Nafsu makan berkurang juga bisa menjadi penyebab stunting,” tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana menggelar rembuk stunting bersama OPD terkait. Ini merupakan salah satu rangkaian pramusyawarah kota untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kota tahun 2022, dan juga menjadi amanat Pemerintah Pusat agar memprioritaskan pencegahan dan penanganan stunting.

Kata Maulana, rembuk konvergensi penanganan stunting di Kota Jambi ini dengan melihat anilisi situasi kondisi tentang stunting di Kota Jambi dan locus wilayah, yang dibahas secara bersama-sama serta mendengar masukan Pemprov Jambi serta mensinkronkannya dengan program nasional.

“Nantinya program ini akan diluncurkan ke seluruh OPD terkait. Kita ketahui, stunting penyebab utamanya ekonomi atau kemiskinan. Jadi seperti Dinsos atau Dinas terkait perlu disinkronkan, untuk membantu meningkatkan ekonomi atau bahkan menjamin ketersedian bahan pangan di rumah tangga,” kata dia. (LK07)