LAMPUKUNING.ID, JAKARTA – Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di dunia kerja Indonesia terus berkembang. AI kini tidak hanya digunakan untuk mencari informasi, membuat tulisan atau menghasilkan gambar, tetapi mulai dimanfaatkan pekerja untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan sehari-hari.
Data Microsoft menunjukkan 33 persen pekerja Indonesia masuk dalam kategori Frontier Professionals, yaitu kelompok pekerja yang menggunakan AI secara lebih mendalam untuk mendukung pekerjaan mereka. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata global yang berada di angka 16 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh pekerja Indonesia telah berkembang dari sekadar mencoba teknologi menjadi bagian dari aktivitas pekerjaan. AI digunakan untuk membantu berbagai tugas, mulai dari menyusun dokumen, merangkum informasi, mencari ide, menerjemahkan teks, membuat bahan presentasi hingga mengolah informasi.
Penggunaan AI juga mulai masuk pada pekerjaan yang membutuhkan pengolahan data dan informasi. Pekerja dapat memberikan instruksi kepada sistem AI untuk membantu menganalisis data, menyusun bahan kerja atau memberikan alternatif berdasarkan informasi yang tersedia.
Dalam proses tersebut, pekerja tetap menentukan tujuan pekerjaan dan memberikan instruksi kepada AI. Hasil yang diberikan kemudian dapat diperiksa, diperbaiki atau disesuaikan sebelum digunakan.
Pemanfaatan AI juga dirasakan dari sisi kemampuan menghasilkan pekerjaan. Microsoft mencatat 72 persen pengguna AI di Indonesia mengatakan mereka mampu menghasilkan pekerjaan yang tidak dapat mereka hasilkan setahun sebelumnya.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 58 persen. Sementara pada kelompok Frontier Professionals, persentasenya mencapai 82 persen.
Penggunaan AI dengan pola tersebut membuat pekerja dapat memanfaatkannya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan kemampuan atau waktu lebih banyak. Teknologi ini dapat digunakan sebagai bagian dari proses kerja, bukan hanya sebagai alat untuk mencari jawaban.
Meski penggunaan AI semakin luas, pekerja tetap melakukan pemeriksaan terhadap hasil yang diberikan sistem. Microsoft mencatat 62 persen responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting dalam penggunaan AI.
Selain kemampuan berpikir kritis, 60 persen responden menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI juga semakin penting.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting karena hasil yang diberikan AI perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Pengguna dapat melakukan pengecekan terhadap informasi, memperbaiki kesalahan dan menambahkan konteks sebelum hasil tersebut digunakan.
Hal itu juga terlihat dari pola penggunaan AI di Indonesia. Sebanyak 93 persen pengguna AI mengatakan hasil yang diberikan AI digunakan sebagai titik awal, bukan sebagai jawaban akhir.
Dengan pola tersebut, pekerja tetap memiliki peran dalam menentukan hasil akhir pekerjaan. AI membantu menghasilkan bahan awal, sedangkan pengguna dapat mengembangkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan.
Penggunaan AI juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pekerja mengenai perubahan kebutuhan keterampilan. Microsoft mencatat 85 persen pengguna AI di Indonesia khawatir akan tertinggal jika tidak segera beradaptasi dengan AI.
Persentase tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berada di angka 65 persen.
Kekhawatiran tersebut muncul bersamaan dengan semakin luasnya penggunaan AI dalam berbagai aktivitas pekerjaan. Pekerja mulai berhadapan dengan teknologi yang dapat membantu menyelesaikan sejumlah tugas yang sebelumnya dilakukan secara manual.
Namun, perkembangan penggunaan AI di tempat kerja belum sepenuhnya diikuti dengan arahan organisasi yang seragam. Microsoft mencatat hanya 42 persen pengguna AI di Indonesia yang mengatakan pemimpin mereka memiliki keselarasan yang jelas dan konsisten mengenai penggunaan AI.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara penggunaan AI oleh pekerja dengan kesiapan organisasi dalam memberikan arahan mengenai pemanfaatannya.
Penggunaan AI sendiri tidak terbatas pada pekerja di sektor teknologi. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang yang membutuhkan pengolahan informasi, penyusunan dokumen, analisis, komunikasi maupun pembuatan konten.
Di bidang pendidikan, misalnya, AI dapat digunakan untuk membantu menyiapkan bahan pembelajaran. Pekerja di bidang desain dapat menggunakannya untuk mengembangkan ide dan konsep visual. Sementara pekerja administrasi dapat memanfaatkannya untuk membantu menyusun dokumen, merangkum informasi dan mengolah data.
Dalam dunia bisnis, AI juga dapat digunakan untuk membantu membuat materi pemasaran, menganalisis informasi konsumen dan mengembangkan ide usaha. Pemanfaatannya bergantung pada kebutuhan pekerjaan serta kebijakan organisasi masing-masing.
Cara menggunakan AI dalam pekerjaan umumnya dimulai dengan memberikan instruksi atau perintah kepada sistem. Pengguna dapat memasukkan pertanyaan, data, dokumen atau konteks tertentu, kemudian sistem AI menghasilkan keluaran berdasarkan informasi yang diberikan.
Hasil tersebut selanjutnya dapat diperiksa dan disesuaikan. Jika belum sesuai dengan kebutuhan, pengguna dapat memberikan instruksi tambahan hingga memperoleh hasil yang lebih relevan.
Data Microsoft mengenai penggunaan AI oleh pekerja Indonesia menunjukkan bahwa teknologi tersebut mulai menjadi bagian dari aktivitas kerja. Sebanyak 33 persen pekerja yang masuk kategori Frontier Professionals memperlihatkan tingkat penggunaan AI yang lebih mendalam dibandingkan rata-rata global.
Sementara itu, tingginya persentase pengguna yang merasa mampu menghasilkan pekerjaan baru, pentingnya kemampuan berpikir kritis serta penggunaan hasil AI sebagai titik awal menunjukkan bagaimana pekerja Indonesia memanfaatkan AI dalam proses kerja mereka.
Perkembangan tersebut membuat AI menjadi salah satu teknologi yang semakin banyak digunakan dalam dunia kerja Indonesia, baik untuk membantu pekerjaan rutin maupun mendukung proses yang membutuhkan pengolahan informasi dan pengembangan ide. Sumber: (Microsoft – Work Trend Index 2026)






