
LAMPUKUNING.ID, KOTA JAMBI- Wali Kota Jambi, Syarif Fasha kembali didaulat menjadi pembicara dalam Konferensi Diseminasi Pembelajaran dan Hasil Program LOCALISE SDGs yang diselenggarakan pada Kamis (24/6). Kegiatan itu sendiri mengangkat tema “Mendorong Percepatan Pemulihan dari Pandemi melalui Komitmen dan Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”.
Dalam paparannya, Fasha mengatakan bahwa Program LOCALISE SDGs: Leadership, Ownership, and Capacities for Agenda 2030 Local Implementation and Stakeholders Empowerment yang didanai Uni Eropa turut mendukung akselerasi pencapaian TPB di Indonesia khususnya di Kota Jambi. Program ini telah dilaksanakan sejak 2018 oleh United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan melibatkan asosiasi lainnya, seperti APPSI, APKASI, ADEKSI, dan ADKASI.
Dengan berakhirnya pendanaan program LOCALISE SDGs, UCLG ASPAC dan APEKSI menggelar Konferensi Diseminasi Pembelajaran dan Hasil Program LOCALISE SDGs. Namun, komitmen untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau TPB akan terus berjalan seiring dengan penanganan dan pemulihan dari pandemi COVID-19, untuk memastikan “No one is left behind”.
“Kami (Kota Jambi) dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan ini. Kami diminta berbicara dalam hal kerjasama internasional dalam rangka penanganan Covid-19,” katanya.
Fasha menjelaskan, selama ini Kota Jambi banyak mendapatkan bantuan internasional. Dimana saat ini Kota Jambi telah bergabung pada 6 (enam) organisasi internasional. “Semua itu aktif dan yang paling aktif itu kerjasama dengan pemerintah Singapura. Dimana kota Jambi banyak mendapatkan bantuan dalam rangka penanganan Covid-19 juga dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM),” ujar Fasha.
Selain itu juga nantinya pemerintah kota Jambi juga akan menginisiasi kerjasama dengan pemerintah Kota Guangzhou dalam hal Telemedicine. Telemedicine sendiri merupakan pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh.
“Mereka akan melihat sistem medis kita dan mereka akan men-support hal itu. Kita juga diminta untuk training ke sana nantinya,” tambahnya.
Kata Fasha, pemerintah kota Jambi selama ini kurang lebih telah mendapatkan bantuan internasional senilai Rp1 triliun. Ini yang kami sampaikan tadi best-practice-nya kepada teman-teman.
“Ke depan bantuan internasional ini harus diinisiasi oleh pemerintah pusat dan harus diapresiasi. Karena pemerintah daerah tidak bisa membangun dengan hanya mengandalkan dana dari APBD, bantuan APBD provinsi dan APBN. Makanya kita harus mencari sumber-sumber pendanaan, salah satunya melalui bantuan internasional yang sah dan tidak melanggar secara aturan,” ujarnya.
Selanjutnya, hingga saat ini meski terjadi penambahan kasus Covid-19 di kota Jambi, Fasha memastikan bahwa rumah sakit di kota Jambi terutama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap stok oksigen dan ventilator masih aman.
“Sebentar lagi kita juga akan dibantu ventilator oleh pemerintah Singapura sebanyak 3 buah. Ventilator ventilator itu akan kita gunakan di ruang ICU untuk penanganan Covid-19,” pungkasnya.(LK07)






