LAMPUKUNING.ID,TANJAB BARAT – Semangat Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 Tahun 2026 terasa begitu kental di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., secara resmi membuka perlombaan antarpondok pesantren se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, Kuala Tungkal, Sabtu (17/10/2026).
Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanjung Jabung Barat, pimpinan Pondok Pesantren Al-Baqiyatush Shalihat, para pimpinan pondok pesantren se-Tanjung Jabung Barat, jajaran Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Kuala Tungkal, para majelis guru, serta ratusan santri dari berbagai pesantren.
Sebanyak 26 pondok pesantren ambil bagian dalam ajang tersebut. Beragam cabang perlombaan dipertandingkan, mulai dari Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), lalaran, tenis meja, hingga tarik tambang, yang menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan akademik, keagamaan, sekaligus sportivitas.
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, peringatan HSN merupakan momen penting untuk mengenang perjuangan ulama dan santri yang telah memberikan kontribusi besar dalam merebut, mempertahankan, hingga mengisi kemerdekaan Indonesia.
Ia mengatakan, perlombaan antarpondok pesantren bukan hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi media mempererat silaturahmi serta memperkokoh semangat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Wathaniyah di kalangan pesantren se-Tanjung Jabung Barat.
“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya mengasah kemampuan dan wawasan keagamaan, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarpondok pesantren di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan,” ujar Anwar Sadat.
Bupati berharap kegiatan tersebut mampu menjadi ruang yang mempererat hubungan antarsantri, para majelis guru, hingga seluruh pengelola pondok pesantren sehingga sinergi dalam membangun pendidikan Islam semakin kuat.
Pada kesempatan itu, Anwar Sadat juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk terus bersinergi dengan Kementerian Agama, FKPP, serta seluruh pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan.
Menurutnya, pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki keimanan dan ketakwaan yang kuat. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong agar pengembangan kurikulum maupun fasilitas pesantren berjalan seiring dengan program pembangunan daerah.
Ia menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan serta kecintaan terhadap tanah air.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan perlombaan sebagai ajang belajar dan mempererat persaudaraan, bukan semata-mata mengejar kemenangan.
“Ikutilah seluruh perlombaan dengan penuh kejujuran dan sportivitas. Jadikan momentum ini untuk mengembangkan kemampuan, menampilkan potensi terbaik, serta memperkuat persaudaraan sesama santri. Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu mengambil hikmah dari setiap proses yang dijalani,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan perlombaan ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap semangat Hari Santri Nasional 2026 semakin mempererat kebersamaan antarpesantren sekaligus melahirkan santri-santri berprestasi yang siap menjadi generasi penerus bangsa. (LK10)






