
BUNGO – Berita terkait Covid-19, diakui atau tidak sejauh ini hanya menambah rasa cemas masyarakat. Kecemasan ini semakin bertambah ketika berita-berita terkait Covid-19 ini merebak di media sosial, dimana sebagian besar masyarakat Bungo, dewasa ini sangat akrab dengan media sosial. Berita entah sumber dari mana dan kadar kebenaran yang belum bisa dipertanggung jawabkan tersebar bebas.
Namun seiring perjalanan waktu, satu yang menjadi pelipur lara setelah sekian lama berperang melawan penyakit tak kasat mata ini. Ya, berita tentang adanya kandidat VAKSIN Covid-19 menjadi obat penenang di tengah tak menentunya kondisi ekonomi dan sosial masyarakat akhir-akhir ini.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebagai pihak yang berwenang dikabarkan telah melakukan pengawasan vaksin. Saat ini, mereka berusaha memastikan manfaatnya agar benar-benar berdampak besar bagi kesehatan masyarakat sebelum beredar. Sebab tiga hal yang tidak bisa ditawar dari vaksin, yaitu keamanan, khasiat dan mutu.
Dari siaran pers di laman Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi pada Senin (12/10/2020), hal ini dilakukan di sela kunjungan kerja dan pertemuan bilateral denan Menteri Luar Negeri dan jajaran pemerintah China di Yunan. Ada tiga perusahaan vaksin Covid-19 yang diajak bekerja sama, yakni Cansino, G42/Sinopharm, dan Sinovac.
Cansino Biologics mengembangkan vaksin Covid-19 yang dinamai Ad5-nCoV. Ini adalah vaksin rekombinan berbasis adenovirus Ad5. Dasar vaksin rekombinan adalah bagian atau sepotong protein, bukan virus secara utuh.
Pengembangan Ad5-nCoV saat ini masuk dalam pengujian klinis fase 3, yang telah dimulai sejak bulan Agustus lalu. Pengujiannya dilakukan di sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Pakistan dan Rusia. Di China, vaksin ini sudah mendapat izin sebagai obat yang dibutuhkan secara khusus dan digunakan terbatas di kalangan militer.
Untuk kandidat vaksin Covid-19 yang dibuat Sinopharm belum diumumkan namanya. Saat ini vaksin itu sudah di tahap uji klinis fase 3. Jika vaksin Ad5-nCoV adalah vaksin rekombinan berbasis adenovirus Ad5, vaksin yang dibuat Sinopharm berisi virus yang telah dilemahkan atau diinaktivasi. Terakhir, vaskin yang dibuat oleh Sinovac Biotech yang dinamai CoronaVac. Seperti Sinopharm, vaksin CoronaVac juga berisi virus yang telah dilemahkan atau diinaktivasi.
Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, total ada 160 juta orang yang akan mejadi sasaran penerima vaksin Covid-19. Hal itu berdasarkan prioritas sasaran penerima vaksin yang merujuk kepada Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi.
“Jadi total sekitar lebih kurang 160 juta orang,” ujar Airlangga sebagaimana dikutip dari siaran pers di laman Kemenko Perekonomian, Selasa (13/10/2020).
Adapun rincian sasaran penerima vaksin tersebut, yakni, pertama, garda terdepan yakni, medis dan paramedis contact tracing, pelayanan publik termasuk TNI/Polri, dan aparat hukum, sebanyak 3,4 juta orang. Kedua, Masyarakat (tokoh agama/masyarakat), perangkat daerah (Kecamatan, Desa, RT/RW), sebagian pelaku ekonomi sebanyak 5,6 juta orang. Ketiga, seluruh tenaga pendidik (PAUD/TK, SD, SMP, SMA dan Sederajat Perguruan Tinggi) sebanyak 4,3 juta orang. Keempat, aparatur Pemerintah (Pusat, Daerah dan Legislatif) sebanyak 2,3 juta orang. Kelima, peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 86 juta orang.
“Kemudian ditambah masyarakat yang usianya 19-59 tahun sebanyak 57 juta orang,” lanjut Airlangga.
Namun, kecemasan juga hadir di tengah masyarakat di daerah, khususnya di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Pertama, vaksin ini nanti apakah akan tersedia gratis atau harus membeli. Kemudian, di tengah kondisi psikologis yang masih cenderung ketakutan, apakah vaksin ini akan tersedia merata atau tidak.
“Ya memang kabar adanya vaksin ini tentu menjadi kabar gembira. Tapi apa bisa terealisasi cepat atau tidak. Kita di daerah, apakah bisa datang cepat atau tidak. Kemudian juga nanti siapa yang bakal dapat vaksin ini lebih dulu. Kita akan tunggu. Mudah-mudahan ini bisa cepat tersedia. Ini benar-benar menggembirakan,” sebut Udin, salah satu warga Bungo. (*)
Penulis: Supriyanto






