
LAMPUKUNING.ID, BUNGO – Menderita suatu penyakit tidak terbatas pada usia seseorang, berusia senja ataupun masih muda belia tidak menjadi penghalang akan mengalami penurunan kondisi kesehatan atau mengidap suatu penyakit.
Seperti cerita Nadine Cahayani (15) beberapa waktu lalu yang mendadak harus dirawat dirawat inap 5 hari di rumah sakit karena sakit maag. Nadine harus pasrah, saat di bawa oleh keluarganya ke rumah sakit. Nadine didiagnosa terkena penyakit maag oleh dokter. Memang maag merupakan penyakit yang umum diderita semua kalangan namun tetap saja hal tersebut merupakan kondisi tubuh dalam keadaan tidak normal karena menimbulkan rasa nyeri atau perih.
Awalnya Nadin merasa hal tersebut hanyalah sakit biasa dan cukup diobati dengan pengobatan tradisional saja. Namun setelah berobat ke dokter akhirnya Ia tahu kalau sedang menderita maag.
“Saya memang punya kebiasaan menunda makan, nanti dulu lah sampai akhirnya jadi terlambat makan dan sering makan buah-buahan saja padahal belum makan nasi. Jadi pada waktu sakit itu rasanya seperti ditusuk-tusuk, perih dan sakit sekali,” cerita Nadine pada saat ditemui Rabu (14/07).
Selanjutnya Nadine juga menceritakan sambil mengenang kondisi pada saat merasakan sakit maag yang ia alami membuat orang tuanya khawatir.
“Karena sudah tidak tahan lagi dengan sakitnya sampai muntah-muntah karena orang tua terlalu khawatir beliau langsung melarikan saya ke rumah sakit sampai akhirnya di rawat inap 5 Hari,” kenang Nadine.
Namun beruntung proses administrasi selama dirumah sakit berjalan lancar, berkat Nadin dan keluarganya sudah terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Nadine merupakan salah satu peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) dari orang tuanya yang bekerja sebagai karyawan swasta sehingga selama memerlukan pelayanan kesehatan kartu selalu aktif dan tidak menemui kendala.
“Ya Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena orang tua kerja di perusahan jadi jaminan kesehatannya sudah sekalian menanggung saya sekeluarga, jadi tidak perlu pusing dan ribet kalau tiba-tiba harus membutuhkan layanan kesehatan mendadak seperti kejadian ke rumah sakit waktu itu,” ungkap Nadine. (*)












