Satuan Pendidikan Diminta Maksimalkan Persiapan PTM, Vaksin Remaja Baru 33 Persen

Satuan Pendidikan Diminta Maksimalkan Persiapan PTM, Vaksin Remaja Baru 33 Persen

LAMPUKUNING.ID,KOTA JAMBI- Pemerintah kota Jambi berencana akan memberlakukan sekolah tatap muka saat penanganan Covid-19 berada di level 3. Hal itu disampaikan oleh Walikota Jambi Syarif Fasha belum lama ini.

Rencana tersebut pun direspon oleh Dinas Pendidikan Kota Jambi. Dinas Pendidikan langsung menggelar rapat pimpinan dengan semua kepala sekolah (kepsek) SD dan SMP se kota Jambi via zoom meeting, Kamis (2/9). Rapat tersebut guna memantapkan persiapan sekolah, saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah di bolehkan.

“Kita cek ulang tadi, semua sarana dan prasarana pendukung sekolah harus tersedia, sesuai dengan kriteria yang di syaratkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Tahun 2021 untuk pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas,” kata Kadis Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi, Kamis (2/9).

Ia mengatakan, dalam rapat tersebut, semua sekolah menyatakan kesiapannya untuk melakukan PTM dalam waktu dekat ini. Namun tetap dengan menyiapkan langkah-langkah strategis sesuai protokol kesehatan.

“Sebelumnya memang sudah pernah digelar PTM, tapi kemudian ditutup lagi. Tadi saya sudah sampaikan agar dilengkapi lagi syarat-syaratnya, seperti alat cuci tangan, pengukur suhu, handsanitizer, himbauan-himbauan, tempat duduk siswa, dan lainnya. Termasuk juga kurikulum yang akan diajarkan kepada siswa,” tambahnya.

Mulyadi mengatakan, pihaknya juga akan turun langsung memantau kesiapan sekolah, dengan melibatkan para pengawas sekolah.

“Hari ini (Jumat,red) kami akan turun mengecek, kalau ada yang kurang tentu kita lengkapi. Intinya ketika ada kebijakan kepala daerah untuk membolehkan sekolah tatap muka, maka tinggal jalan saja karena sekolah sudah siap,” katanya.

Saat ditanya apakah nantinya siswa akan bersekolah secara keseluruhan, Mulyadi menjawab tergantung level penanganan Covid-19.

“Kalau masih berada di level 3 maka siswa yang sekolah terbatas, tapi kalau sudah berada di level 2 atau level 1, itu beda lagi kebijakannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam rangka mempersiapkan PTM Terbatas, disebutkan di dalam SKB 4 Menteri Tahun 2021 bahwa salah satu yang disyaratkan adalah mempersiapkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan kependidikan.

Sementara itu, untuk di Kota Jambi sendiri berdasarkan data update Covid-19 Kota Jambi per 1 September kemarin, jumlah remaja usia 12-17 tahun yang divaksin baru 33 persen atau sebanyak 19.728 orang. Padahal target yang harus di vaksin sebanyak 59.400 orang. Belum banyak realisasi vaksin untuk remaja ini dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah belum setujunya para orang tua anaknya untuk divaksin.

Oleh karenanya, Dinas Kesehatan Kota Jambi, terus melakukan percepatan vaksinasi terhadap sektor kependidikan.

“Sesuai arahan Walikota Jambi, seluruh Puskesmas dan Rumah sakit yang ada di kota Jambi harus memprioritaskan vaksin untuk remaja usia 12 hingga 18 tahun. Sebab dalam waktu dekat kemungkinan sekolah tatap muka akan dibuka kembali,” kata Kadis Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati.

Dikatakan Ida, saat ini sudah tersedia tiga jenis pilihan vaksin, yaitu Sinovac, Moderna dan CoronaVac. Khusus untuk Sinovac tersedia 10 ribu dosis, Moderna 920 vial untuk umum, dan 513 vial untuk tenaga kesehatan. Sementara CoronaVac tersedia 5.430 dosis.

“Tapi yang CoronaVac ini belum kita ambil. Artinya untuk satu minggu kedepan stok vaksin kita masih aman,” ujarnya. (LK07)