LAMPUKUNING.ID,TANJAB BARAT-Upaya meningkatkan kualitas literasi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui audiensi yang digelar Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., bersama Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi di Ruang Rapat Bupati, Kamis (16/07/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa dalam mendukung pengembangan bahasa, sastra, serta budaya literasi di tengah masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari pembinaan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pemerintahan, pelestarian bahasa daerah sebagai warisan budaya, hingga penguatan gerakan literasi yang menyasar pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat luas.
Wakil Bupati Katamso menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk membangun budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan Balai Bahasa Provinsi Jambi sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan sumber daya manusia di Tanjung Jabung Barat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk karakter, wawasan, serta daya saing masyarakat di era modern,” ujar Katamso.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus perkembangan zaman. Menurutnya, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perubahan sosial dan perkembangan teknologi.
Selain membahas pelestarian bahasa, Wakil Bupati turut meminta dukungan Balai Bahasa Provinsi Jambi dalam memperkuat program pembinaan literasi masyarakat.
Hal ini dinilai penting mengingat adanya perubahan indikator pengukuran literasi yang menuntut peningkatan kualitas dan kapasitas masyarakat dalam memahami serta mengolah informasi.
“Kami berharap Balai Bahasa dapat terus mendampingi dan memberikan pembinaan kepada masyarakat Tanjung Jabung Barat. Dengan perubahan indikator literasi yang ada saat ini, diperlukan langkah-langkah strategis agar kemampuan literasi masyarakat terus meningkat dan mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mendukung program kebahasaan dan kesastraan.
Ia menegaskan kesiapan Balai Bahasa untuk bersinergi melalui berbagai program pembinaan, pendampingan, pelatihan, hingga kegiatan edukatif yang melibatkan sekolah, komunitas, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan Balai Bahasa menjadi kunci penting dalam membangun masyarakat yang literat, berbudaya, dan tetap menjunjung tinggi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang lebih konkret dalam memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Melalui sinergi yang terbangun, pemerintah daerah optimistis mampu menciptakan masyarakat yang semakin cerdas, adaptif, dan berdaya saing, sekaligus tetap menjaga warisan bahasa dan budaya sebagai identitas daerah. (LK10)






