LAMPUKUNING.ID,TANJAB BARAT-Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang terjadi di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan. Usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., bersama Gubernur Jambi, Al Haris, langsung meninjau lokasi terdampak, Rabu (06/05).
Kehadiran kedua pimpinan daerah tersebut disambut masyarakat dan para korban dengan penuh harap.
Dalam kunjungan itu, Gubernur dan Bupati tidak hanya melihat langsung kondisi lapangan, tetapi juga menyapa warga, menyerahkan bantuan, serta memberikan dukungan moril bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Gubernur Al Haris menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan berperan aktif sesuai kewenangannya guna mendukung penanganan di daerah.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan perhatian secara maksimal,” ujar Al Haris.
Ia juga mengajak seluruh elemen, termasuk dunia usaha dan masyarakat luas, untuk berpartisipasi membantu para korban.
Selain itu, Gubernur mendorong keterlibatan ASN dalam kerja gotong royong, seperti pembersihan lokasi dan dukungan layanan kesehatan melalui tim medis.
Sementara itu, Bupati Anwar Sadat menyampaikan bahwa langkah tanggap darurat telah dilakukan sejak hari pertama kejadian. Pemerintah daerah, kata dia, segera membuka dapur umum yang beroperasi selama tiga hari guna memenuhi kebutuhan konsumsi para korban.
“Sejak malam kejadian, kami langsung mengaktifkan dapur umum untuk memastikan kebutuhan makan korban terpenuhi secara berkelanjutan,” jelasnya.
Selain dukungan logistik berupa pangan dan sandang, Pemkab Tanjab Barat juga berhasil menghimpun bantuan dana dari berbagai pihak, mulai dari ASN, organisasi masyarakat, pemuda, hingga BUMN dan perusahaan swasta.
Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada korban untuk membantu pemulihan, termasuk pembangunan kembali tempat tinggal.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan, khususnya keluarga yang menampung sementara para korban.
Dalam upaya mitigasi ke depan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu fokus utama adalah penataan kawasan permukiman padat, termasuk pelebaran akses jalan yang selama ini menjadi kendala bagi mobil pemadam kebakaran.
“Kami berharap dukungan masyarakat terhadap rencana pelebaran jalan, agar penanganan darurat ke depan dapat berlangsung lebih optimal,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap ketersediaan sumber air, penambahan armada pemadam kebakaran, serta penataan instalasi listrik yang dinilai masih belum tertib.
Bupati Anwar Sadat juga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Ia menilai kehadiran langsung Gubernur di lokasi merupakan bentuk nyata kepedulian sekaligus penguatan koordinasi dalam percepatan pemulihan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial. Pemerintah menilai semangat gotong royong dan kepedulian bersama merupakan kunci utama dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana.
Adapun bantuan yang disalurkan kepada para korban meliputi 198 paket pangan dan logistik, 38 paket kasur, selimut, dan perlengkapan anak, 32 paket perlengkapan sekolah, layanan penerbitan dokumen kependudukan, 20 paket pakaian layak pakai, serta bantuan tunai dari ASN Pemkab Tanjab Barat sebesar Rp34.124.000 dan Kwarcab Pramuka sebesar Rp13.057.000.
Sementara itu, dari Pemerintah Provinsi Jambi disalurkan bantuan berupa 85 karung beras, 20 unit kasur, perlengkapan sekolah, bantuan kebutuhan dasar dari BPBD senilai Rp66.342.234, serta bantuan BAZNAS sebesar Rp50.000.000.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., Sekretaris Daerah Hermansyah, S.STP., M.H., jajaran OPD, unsur TNI-Polri, pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Camat Pengabuan, Lurah Teluk Nilau, serta masyarakat setempat. (LK10)












