LAMPUKUNING.ID,KUALA TUNGKAL– Sabtu, 27 September 2026 Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi melakukan pendampingan dalam pembuatan modul ajar dengan integrasi Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan berlangsung di SMAN 1 Tanjung Jabung Barat, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Para guru diajak melihat langsung bagaimana AI dapat membantu mencari ide pembelajaran, menyusun bahan ajar hingga merancang kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Materi pemanfaatan AI disampaikan Dara Mutiara Aswan, M.Pd. Dalam pendampingan tersebut, guru tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga diarahkan untuk praktik mengembangkan perangkat pembelajaran dengan bantuan teknologi AI.

Menurut Dara, AI dapat menjadi alat bantu bagi guru untuk mempercepat sejumlah pekerjaan. Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap membutuhkan pertimbangan dan pengalaman guru.
Guru tetap menjadi pihak yang menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi yang sesuai dan memastikan hasil yang dibuat AI benar-benar cocok dengan kondisi siswa.
Sebab kita menggunakan AI sebagai tools atau alat bantu kita, kita yang memberikannya perintah, menentukan layak atau tidaknya sebuah bahan ajar yang kita buat dengan AI itu sendiri, ujarnya.
Ketua tim PKM FKIP Universitas Jambi, Dra. Harlis, M.Si., mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti dengan kemampuan guru dalam menggunakannya secara tepat.
AI, jangan sampai hanya digunakan untuk mencari informasi. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk membantu guru menyiapkan pembelajaran yang menarik dan mendorong siswa lebih aktif, ujarnya.
Kebutuhan pendampingan itu terlihat dari hasil pengamatan awal tim. Sebanyak 72 persen guru sasaran diketahui belum pernah menggunakan AI untuk membuat modul ajar.
Sebanyak 20 persen sudah pernah mencoba AI, tetapi penggunaannya masih sebatas mencari informasi sederhana. Sementara itu, baru 8 persen yang telah memanfaatkan AI secara lebih terarah untuk menyiapkan perangkat pembelajaran.
Kondisi tersebut membuat tim pengabdian memilih pendekatan pendampingan, mulai dari melihat kebutuhan pembelajaran, menyusun rancangan, mencoba menerapkannya hingga melakukan evaluasi.
Dalam prosesnya, guru juga diajak mengembangkan pembelajaran yang membuat siswa lebih banyak berpikir, mencoba dan memecahkan masalah.
Konsep Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM) atau pembelajaran yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, seni dan matematika turut diperkenalkan. Pendekatan tersebut diarahkan agar materi pelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi dapat dikaitkan dengan persoalan yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pendampingan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari analisis kebutuhan, workshop, pendampingan intensif, penyusunan bersama, uji coba pembelajaran hingga evaluasi.
Keberhasilan program pendampingan ini bukan hanya dilihat dari jumlah modul yang dihasilkan, melainkan kemampuan guru menggunakan AI sesuai kebutuhan mata pelajaran dan memberikan manfaat dalam proses belajar mengajar.

Tim PKM FKIP Universitas Jambi terdiri dari Dra. Harlis, M.Si. selaku ketua, dengan berangggotakan Dr. Mia Aina, S.Pd., M.Pd., Dr. Retni S. Budiarti, S.Pd., M.Pd., Dara Mutiara Aswan, M.Pd., serta Dra. Muswita, M.Si.
Dengan adanya kegitan pendampingan ini, guru diharapkan semakin percaya diri memanfaatkan AI, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kreatif, kontekstual dan dekat dengan perkembangan zaman.








